Pengertian Puasa – Syarat, Jenis yang Sunnah dan Wajib, Manfaat

Puasa merupakan salah satu kewajiban kaum muslimin. Sebagai rukun Islam yang ketiga, puasa mempunyai kedudukan yang istimewa di antara ibadah lainnya. Lantas, apa sebenarnya pengertian puasa dan apa pula manfaatnya bagi manusia?

Pelaksanaan dan tata cara ibadah puasa telah diatur dalam agama. Misalnya, puasa Ramadhan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan sedangkan puasa sunah bisa dilakukan pada waktu lain. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap berikut ini.

Pengertian Puasa

Puasa adalah ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum serta pembatal lainnya mulai dari subuh hingga magrib. Selama berpuasa, kaum muslimin tetap beraktivitas seperti biasa seperti beribadah dan bekerja namun menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

Puasa mempunyai pahala yang sangat besar. Apabila amal kebaikan lain dilipatgandakan sebanyak sepuluh hingga tujuh ratus kali, amalan puasa dilipatgandakan sesuai kehendak Allah dengan jumlah yang tidak terbatas. Bahkan dikatakan puasa dapat membuat dosa seseorang diampuni 

Syarat Puasa

Agar ibadah puasa diterima, Anda perlu memperhatikan syarat puasa. Menurut syariat Islam, berikut ini beberapa syarat puasa yang wajib dipenuhi apabila seseorang ingin berpuasa.

  • Islam
  • Baligh atau cukup umur
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Suci dari hadas besar (junub, nifas, haid)
  • Bukan musafir
  • Memiliki kesanggupan untuk berpuasa

Jenis Puasa

Secara hukum, puasa terbagi menjadi dua yaitu puasa wajib dan sunah. Simak pembahasan masing-masing jenis puasa berikut.

1. Puasa Wajib

Puasa wajib adalah puasa yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang memenuhi syarat. Puasa ini dilakukan pada bulan Ramadhan sehingga disebut juga sebagai puasa Ramadhan. Sebagai bagian dari rangkaian ibadah puasa, Anda bisa mengerjakan salat tarawih pada malam hari.

Puasa Ramadhan berjumlah 29 atau 30 hari. Apabila Anda tidak berpuasa karena suatu alasan seperti sakit, haid, atau bepergian, maka Anda wajib meng-qadha atau mengganti puasa di lain waktu di luar Ramadhan sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

2. Puasa Sunah

Puasa sunah adalah jenis puasa yang boleh dilakukan dan boleh juga ditinggalkan. Apabila Anda melakukan puasa ini maka akan mendapatkan pahala. Namun jika tidak melakukannya, Anda tidak berdosa. Kaum muslimin biasanya melakukan puasa sunah untuk menambah amalan dan keimanan.

Ada berbagai jenis puasa sunah, antara lain:

  • Puasa Senin-Kamis, yaitu puasa yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis.
  • Puasa Daud, yakni Anda berpuasa satu hari dan berbuka satu hari secara terus menerus.
  • Puasa Arafah, yaitu puasa yang dilakukan pada hari Arafah atau 9 Dzulhijjah.
  • Puasa Syawal, yaitu puasa selama enam hari pada bulan Syawal.
  • Puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa yang dikerjakan tanggal 13, 14, 15 setiap bulan pada kalender Hijriah.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Tidak hanya memahami pengertian puasa, Anda juga perlu mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Tujuannya adalah agar Anda bisa menghindari hal-hal tersebut selama menjalankan ibadah puasa.

1. Makan dan Minum Secara Sengaja

Puasa berarti menahan diri dari makan dan minum. Apabila Anda secara sengaja makan dan minum pada siang hari di bulan Ramadhan, maka puasa Anda batal seketika. Anda diwajibkan untuk mengganti puasa di waktu lain di luar bulan Ramadhan.

2. Muntah yang Disengaja

Muntah yang disengaja dilakukan dengan memasukkan jari atau benda lain ke tenggorokan sehingga memicu terjadinya muntah. Hal ini dapat membatalkan puasa. Namun apabila Anda muntah karena sakit atau tidak disengaja, maka puasa tidak batal dan Anda bisa meneruskan berpuasa hingga magrib.

3. Berhubungan Badan di Siang Hari

Berhubungan seksual pada siang hari merupakan hal terlarang dan dapat membatalkan puasa. Oleh sebab itu, pastikan Anda menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya keinginan untuk berhubungan badan di siang hari Ramadhan.

4. Hilang Kesadaran

Puasa Anda dianggap batal apabila Anda kehilangan kesadaran atau hilang akal secara tiba-tiba. Misalnya Anda pingsan atau penyakit jiwa yang diidap kambuh secara tiba-tiba sehingga kehilangan akal.

5. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Keluar air mani secara tidak sengaja, misalnya karena mimpi basah tidak membatalkan puasa. Namun jika Anda mengeluarkan air mani secara sengaja, maka hal ini membuat puasa batal.

Manfaat Puasa

Ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menjalankan ibadah puasa. Berikut ini beberapa kebaikan puasa yang tidak boleh dilewatkan.

  • Menjalankan kewajiban sesuai perintah Allah
  • Mendapatkan pahala tanpa batasan sesuai kehendak Allah
  • Menyehatkan badan karena sebagai proses detoksifikasi
  • Menambah keimanan
  • Melatih diri mengendalikan hawa nafsu
  • Melembutkan hati
  • Menimbulkan rasa iba terhadap orang-orang yang kurang beruntung

Itulah pengertian puasa dan seluk beluknya yang perlu Anda ketahui. Dengan memahami beberapa aspek penting terkait dengan puasa, Anda bisa lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban yang satu ini dan menjauhi segala hal yang bisa membatalkan puasa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top